Kamis, 01 Desember 2016

Topik Matematika dalam Al-Qur’an



Al-Qur’an secara harfiah berarti “bacaan”. Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Al-Qur’an dikenal luas dan dihormati sebagai sebagai sebuah karya seni sastra bahasa Arab terbaik di dunia. Untuk memperkirakan kemungkinan arti lain dalam Al-Qur’an, umat Muslim menggunakan rujukan yang disebut tafsir.

Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al-Qur’an telah menghasilkan proses penerjemahan dan penafsiran dalam berbagai bahasa. Namun hasil upaya tersebut dianggap sebatas upaya manusia dan bukan upaya untuk menduplikasi ataupun menggant teks yang asli dalam bahasa Arab, sebab teks yang asli memiliki ciri kebahasaan dan berbagai istilah khusus yang tidak ditemui dalam terjemahan bahasa lain. Dengan demikian, kedudukan terjemahan dan tafsir tidaklah sama dengan Al-Qur’an.
            Upaya penafsiran Al-Qur’an telah berkembang sejak zaman hidupnya nabi Muhammad, saat itu para sahabat dapat menanyakan kepada nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya nabi Muhammad hingga saat ini, usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an pun semakin berkembang. Pada saat ini sudah banyak ilmuwan yang menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an melalui kajian ilmiahnya.
            Saat ini banyak fakta menunjukkan bahwa adanya keterkaitan antara ilmu agama yang didasarkan pada Al-Qur’an dengan ilmu sains yang termasuk di dalamnya adalah matematika. Namun ayat yang menjelaskan matematika dalam Al-Qur’an tidak banyak seperti ilmu sains lainnya, dan matematika sendiri memang bersifat abstrak yang dalam memahaminya dibutuhkan penalaran yang lebih. Beberapa topik matematika dalam Al-Qur’an diantaranya, yaitu :
1.        Teori Himpunan
Meskipun secara keilmuan teori himpunan disampaikan oleh seorang Yahudi, namun pada dasarnya Al-Qur’an telah menyiratkan ide mengenai prinsip himpunan tersebut dalam surah Al-Fathir ayat 1 dan An-Nur ayat 45. Dalam surah Al-Fathir dijelaskan sekelompok makhluk yang disebut malaikat. Dalam kelompok malaikat tersebut terdapat malaikat yang memiliki dua, tiga, atau empat sayap. Ketiga kelompok yang syaratnya sudah sangat jelas yaitu malaikat dengan jumlah sayap yang sama. Dalam hal ini terdapat konsep matematika yaitu kumpulan objek-objek yang didefinifikan secara jelas. Teori inilah yang dalam matematika disebut teori himpunan.
2.        Teori Vektor
Surah pertama yang mengisyaratkannya adalah Ar-Rum ayat 20. Ayat tersebut menunjukkan siklus awal kehidupan yakni diciptakannya manusia oleh Allah SWT. Dari ayat tersebut siklus awal kehidupan diibaratkan sebagai sebuah titik pangkal, dan perkembangannya dimisalkan sebagai suatu ruas garis yang berarah. Jika ada titik awal maka menurut hukum alam pastilah ada suatu titik akhir. Titik akhir kehidupan adalah kematian yang peluangnya sempurna, yaitu 1. Jika kehidupan diibaratkan suatu titik pangkal maka kematian adalah akhir atau ujung dari ruas garisnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar