Al-Qur’an secara harfiah berarti “bacaan”. Al-Qur’an adalah kitab
suci agama Islam. Al-Qur’an dikenal luas dan dihormati sebagai sebagai sebuah
karya seni sastra bahasa Arab terbaik di dunia. Untuk memperkirakan kemungkinan
arti lain dalam Al-Qur’an, umat Muslim menggunakan rujukan yang disebut tafsir.
Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al-Qur’an telah
menghasilkan proses penerjemahan dan penafsiran dalam berbagai bahasa. Namun
hasil upaya tersebut dianggap sebatas upaya manusia dan bukan upaya untuk
menduplikasi ataupun menggant teks yang asli dalam bahasa Arab, sebab teks yang
asli memiliki ciri kebahasaan dan berbagai istilah khusus yang tidak ditemui
dalam terjemahan bahasa lain. Dengan demikian, kedudukan terjemahan dan tafsir
tidaklah sama dengan Al-Qur’an.
Upaya penafsiran Al-Qur’an telah
berkembang sejak zaman hidupnya nabi Muhammad, saat itu para sahabat dapat
menanyakan kepada nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian
setelah wafatnya nabi Muhammad hingga saat ini, usaha menggali lebih dalam
ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, maka penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an pun semakin
berkembang. Pada saat ini sudah banyak ilmuwan yang menafsirkan ayat-ayat
Al-Qur’an melalui kajian ilmiahnya.
Saat ini banyak fakta menunjukkan
bahwa adanya keterkaitan antara ilmu agama yang didasarkan pada Al-Qur’an
dengan ilmu sains yang termasuk di dalamnya adalah matematika. Namun ayat yang
menjelaskan matematika dalam Al-Qur’an tidak banyak seperti ilmu sains lainnya,
dan matematika sendiri memang bersifat abstrak yang dalam memahaminya
dibutuhkan penalaran yang lebih. Beberapa topik matematika dalam Al-Qur’an
diantaranya, yaitu :
1.
Teori
Himpunan
Meskipun
secara keilmuan teori himpunan disampaikan oleh seorang Yahudi, namun pada
dasarnya Al-Qur’an telah menyiratkan ide mengenai prinsip himpunan tersebut
dalam surah Al-Fathir ayat 1 dan An-Nur ayat 45. Dalam surah Al-Fathir dijelaskan
sekelompok makhluk yang disebut malaikat. Dalam kelompok malaikat tersebut
terdapat malaikat yang memiliki dua, tiga, atau empat sayap. Ketiga kelompok
yang syaratnya sudah sangat jelas yaitu malaikat dengan jumlah sayap yang sama.
Dalam hal ini terdapat konsep matematika yaitu kumpulan objek-objek yang
didefinifikan secara jelas. Teori inilah yang dalam matematika disebut teori
himpunan.
2.
Teori
Vektor
Surah
pertama yang mengisyaratkannya adalah Ar-Rum ayat 20. Ayat tersebut menunjukkan
siklus awal kehidupan yakni diciptakannya manusia oleh Allah SWT. Dari ayat
tersebut siklus awal kehidupan diibaratkan sebagai sebuah titik pangkal, dan
perkembangannya dimisalkan sebagai suatu ruas garis yang berarah. Jika ada
titik awal maka menurut hukum alam pastilah ada suatu titik akhir. Titik akhir
kehidupan adalah kematian yang peluangnya sempurna, yaitu 1. Jika kehidupan
diibaratkan suatu titik pangkal maka kematian adalah akhir atau ujung dari ruas
garisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar