Kamis, 08 Desember 2016

Al-Qur'an & Logika Matematika



Allah SWT berfirman dalam surah At-Tagabun ayat 9 dan 10 :
 يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : “(Ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari-hari pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan maka niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga
yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung”.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya : “Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
                Kedua ayat tersebut menjelaskan bahwa di dunia ini terdapat dua macam orang yaitu orang yang beriman kepada Allah dan orang yang tidak beriman kepada Allah. Orang-orang yang beriman kepada Allah akan melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebaliknya, orang-orang yang mendustakan Allah adalah mereka yang tidak percaya dan justru mendustakan agama Allah dan ayat-ayat suci-Nya. Tingkat kemuliaan seseorang tergantung pada ketaqwaannya. Semakin seseorang bertaqwa kepada Allah, maka dia akan semakin dimuliakan oleh-Nya.
                Allah telah menjanjikan kepada hambanya pada hari pengungkapan kesalahan kelak. Untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan selalu mengerjakan kebaikan maka Allah akan menghapus semua kesalahan-kesalahan semasa dia hidup dan memasukkannya ke dalam surga dan mereka akan kekal di surga selama-lamanya. Sedangkan orang-orang kafir yang tidak beriman dan mendustakan agama Allah, maka mereka akan dimasukkan ke neraka dan akan berada di sana selama-lamanya.
                Dari kedua ayat tersebut bisa dikaitkan dengan logika matematika bikondisional yaitu suatu pernyataan bernilai benar jika p dan q sama-sama bernilai benar atau sama-sama bernilai salah. Contohnya dengan cara membuat tabel kebenaran seperti berikut :
p
q
̴p
̴q
p ↔ q
̴p    ̴q
B
B
S
S
B
B
B
S
S
B
S
S
S
B
B
S
S
S
S
S
B
B
B
B

p = dia masuk surga                                        ̴p = tidak masuk surga
q = orang beriman                                           ̴q = tidak beriman

p ↔ q        1. Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (B)
                      2. Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (S)
                      3. Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (S)
                      4. Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (B)
̴p    ̴q      1. Dia tidak masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (B)
                      2. Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (S)
                      3. Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (S)
                      4. Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (B)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar