Matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang
bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang
digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dalam perkembangannya bilangan
ini diaplikasikan ke bidang ilmu-ilmu lain sesuai penggunaannya. Matematika
pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun,
sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas
simbol-simbol.
Sehingga model pembelajaran matematika yang baik adalah secara
nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa. Atau
secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan,
digambar, diucapkan, lalu ditulis.
Tujuan diadakannya matematika dalam pendidikan karena matematika
memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Peserta didik
memerlukan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
misalnya berhitung, menghitung isi dan berat, mengumpulkan, mengolah,
menyajikan dan menafsirkan data, menggunakan kalkulator. Dalam kurikulum 2004
disebutkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu pembelajaran yang
bertujuan:
1.
Melatih
cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan
penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi
dan inkonsistensi
2.
Mengembangkan
aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan
mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi
dan dugaan, serta mencoba-coba
3.
Mengembangkan
kemampuan memecahkan masalah
4.
Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi
atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik,
peta, diagram dalam menjelaskan gagasan
Beberapa karakteristik matematika, antara lain :
1.
Objek
yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau
bilangan yang secara nyata tidak ada sehingga Guru harus dapat mengajarkan
siswanya untuk dapat berpikir secara cermat, imajinatif, kreatif, fleksibel,
dan sistematik.
2.
Kebenarannya berdasarkan logika.
Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan
empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen seperti
dalam ilmu fisika atau biologi.
3.
Pembelajarannya secara
bertingkat, kontinu, dan sistematis.
Penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan
dan dilakukan secara terus-menerus, bertingkat bab per bab, dan sistematis.
4.
Keterkaitan antara materi
yang satu dengan yang lainnya.
Materi yang akan dipelajari saat ini maka peserta didik harus sudah
memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya jika akan belajar volume
atau luas permukaan prisma segitiga maka peserta didik harus sudah memahami
materi luas dan keliling bangun datar terlebih dahulu.
5.
Diaplikasikan dalam ilmu
lain.
Siswa harus mempelajari
matematika agar dapat membantu
memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi,
geografi, ekonomi, dan sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar