Kamis, 15 Desember 2016

Hakikat dan Karakteristik Matematika



Matematika menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah ilmu tentang bilangan-bilangan, hubungan antar bilangan dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah bilangan. Dalam perkembangannya bilangan ini diaplikasikan ke bidang ilmu-ilmu lain sesuai penggunaannya. Matematika pada dasarnya mengajarkan logika berfikir berdasarkan akal dan nalar. Namun, sifat umum matematika itu abstrak dan tidak nyata karena terdiri atas simbol-simbol.
Sehingga model pembelajaran matematika yang baik adalah secara nyata dengan melihat, merasakan, dan melakukan dengan tangan para siswa. Atau secara konsep bisa diajarkan dengan cara dilihat, dipegang dan dimainkan, digambar, diucapkan, lalu ditulis.
Tujuan diadakannya matematika dalam pendidikan karena matematika memegang  peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Peserta didik memerlukan matematika untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari misalnya berhitung, menghitung isi dan berat, mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, menggunakan kalkulator. Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa pembelajaran matematika adalah suatu pembelajaran yang bertujuan:
1.      Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi dan inkonsistensi
2.      Mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba
3.      Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah
4.       Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui pembicaraan lisan, grafik, peta, diagram dalam menjelaskan gagasan
Beberapa karakteristik matematika, antara lain :
1.      Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada sehingga Guru harus dapat mengajarkan siswanya untuk dapat berpikir secara cermat, imajinatif, kreatif, fleksibel, dan sistematik.
2.       Kebenarannya berdasarkan logika.
Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen seperti dalam ilmu fisika atau biologi.
3.      Pembelajarannya secara bertingkat, kontinu, dan sistematis.
Penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus, bertingkat bab per bab, dan sistematis.
4.      Keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Materi yang akan dipelajari saat ini maka peserta didik harus sudah memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya jika akan belajar volume atau luas permukaan prisma segitiga maka peserta didik harus sudah memahami materi luas dan keliling bangun datar terlebih dahulu.
5.      Diaplikasikan dalam ilmu lain.
Siswa harus mempelajari matematika agar dapat membantu memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar