Matematika
diakui memang penting, akan tetapi sulit untuk dipelajari. Tidak jarang peserta
didik yang asalnya menyukai matematika, kemudian menjadi tidak menyukainya.
Salah satu penyebabnya bisa jadi adalah karena metode pembelajaran yang
digunakan tidak cocok baginya. Keberhasilan studi peserta didik dipengaruhi
oleh banyak faktor yang berasal dari dalam dan luar. Faktor luar misalnya
fasilitas belajar, metode pembelajaran, sistem pemberian umpan balik, dsb.
Faktor dari dalam mencakup kecerdasan, motivasi, dsb.
Metode
adalah cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar
pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi
proses pembelajaran yang efektif dan efisien atau dengan kata lain metode
pembelajaran adalah langkah-langkah pembelajaran. Terdapat macam-macam metode
pembelajaran matematika yang bisa digunakan. Masing-masing metode mempunyai
kekurangan dan kelebihan. Setiap metode tidak dapat berdiri sendiri tanpa
keterlibatan metode lain. Pemilihan kombinasi metode pembelajaran yang tepat
dapat meningkatkan hasil proses pembelajaran.
1. Metode Ekspositori
Pada umumnya
metode ini berlangsung satu arah, pengajar memberikan ide atau gagasan atau
informasi dan peserta didik menerimanya. Tetapi pada metode ekspositori
dominasi pengajar banyak berkurang. Pengajar berbicara pada awal pembelajaran,
menerangkan materi dan contoh soal, dan pada waktu-waktu yang diperlukan saja.
Peserta didik tidak hanya mendengarkan dan membuat catatan, tetapi juga membuat
soal latihan dan bertanya jika tidak mengerti.
2. Metode Penemuan
Kata penemuan
sebagai metode pembelajaran merupakan penemuan yang dilakukan oleh peserta
didik yang dalam belajarnya menemukan sendiri suatu hal yang baru. Ini tidak
berarti hal yang ditemukannya merupakan hal yang benar-benar baru tanpa
diketahui orang lain sebelumnya. Tetapi baru di sini adalah baru bagi dirinya
saja, bukan untuk orang lain. Peserta didik sebagai penemu yang aktif menemukan
berdasarkan pengalamannya sendiri, sedang pengajarnya sebagai pengawas. Fungsi
pengawas adalah membuat peserta didiknya mampu menyelesaikan masalah itu
sendiri.
3. Metode Laboratorium
Metode ini
berkaitan dengan metode belajar sendiri. Sebenarnya belajar matematika itu
tidak sekedar membaca, tetapi belajar sambil bekerja. Peserta didik tidak hanya
mendengarkan informasi tetapi itu juga mengerjakan sesuatu. Cara melaksanakan
metode ini bermacam-macam misalnya bermain menggunakan kartu, dll. Metode ini
memang khusus untuk mengabaikan keabstrakan hakekat matematika, namun dapat menarik
mnat peserta didik terhadap matematika yang abstrak. Jadi, dengan kata lain
metode laboratorium ini sebagai tempat untuk menemukan fakta-fakta matematika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar