Matematika merupakan alat yang
dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui
abstraksi, idealisasi, atau generalisasi untuk suatu studi ataupun pemecahan
masalah. Proses berpikir merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti
jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang
berupa pengetahuan. Menurut Wittegenstein, matematika merupakan metode berpikir
yang logis.
Berdasarkan perkembangannya maka masalah yang dihadapi logika makin
lama makin rumit dan membutuhkan struktur analisis yang lebih sempurna. Dalam
perspektif inilah maka logika berkembang menjadi matematika. Sebagaimana yang
disimpulkan oleh Bertrand Russell, "matematika adalah masa kedewasaan
logika, sedangkan logika adalah masa kecil matematika".
Pentingnya matematika tidak lepas
dari perannya dalam segala jenis dimensi kehidupan. Misalnya banyak persoalan
kehidupan yang memerlukan kemampuan menghitung dan mengukur. Menghitung
mengarah pada aritmetika (studi tentang bilangan) dan mengukur mengarah pada
geometri (studi tentang bangun, ukuran dan posisi benda). Aritmetika dan
geometri merupakan fondasi atau dasar dari matematika.
Saat ini,
banyak ditemukan kaidah atau aturan untuk memecahkan masalah-masalah yang
berhubungan dengan pengukuran, yang biasanya ditulis dalam rumus atau formula
matematika, dan ini dipelajari dalam aljabar. Namun, perkembangan dalam
navigasi, transportasi, dan perdagangan, termasuk kemajuan teknologi sekarang
ini membutuhkan diagram dan peta serta melibatkan proses pengukuran yang
dilakukan secara tak langsung. Akibatnya, perlu studi tentang trigonometri.
Komunikasi yang terjadi dalam matematika dapat terjadi, di
antaranya dalam :
1.
Dunia nyata, ukuran dan
bentuk lahan dalam dunia pertanian (geometri), banyaknya barang dan nilai uang
logam dalam dunia bisnis dan perdagangan (bilangan), ketinggian pohon dan bukit
(trigonometri), kecepatan gerak benda angkasa (kalkulus), peluang dalam
perjudian (probabilitas), sensus dan data kependudukan (statistika), dan
sebagainya.
2.
Struktur abstrak dari suatu
sistem, antara lain struktur sistem bilangan (grup, ring), struktur penalaran
(logika matematika), struktur berbagai gejala dalam kehidupan manusia
(pemodelan matematika), dan sebagainya.
3. Matematika sendiri yang
merupakan bentuk komunikasi matematika yang
digunakan untuk pengembangan diri matematika. Bidang ini disebut
"matematika".
Jadi,
sejak awal kehidupan manusia matematika itu merupakan alat bantu untuk
mengatasi berbagai macam permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.
Baik itu permasalahan yang masih memilki hubungan erat dalam kaitannya dengan
ilmu eksak ataupun permasalahan-permasalahan yang bersifat sosial. Peranan
matematika terhadap perkembangan sains dan teknologi sudah jelas.
Dalam tujuan umum pendidikan
matematika (Depdiknas, 2002:3) menyebutkan berbagai peranan matematika sebagai
sarana berpikir ilmiah ditekankan pada kemampuan untuk memiliki:
1.
Kemampuan yang berkaitan
dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah matematika,
pelajaran lain, ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata.
2.
Kemampuan menggunakan
matematika sebagai alat komunikasi.
3.
Kemampuan menggunakan
matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialih gunakan pada setiap keadaan,
seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat
objektif, bersifat jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan
suatu masalah. Kemampuan-kemampuan
di atas berguna bagi seseorang untuk berpikir ilmiah dalam pendidikan dan
berguna untuk hidup dalam masyarakat, termasuk bekal dalam dunia kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar