Menurut Wikipedia.com, bilangan adalah suatu konsep matematika yang
digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang
digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang
bilangan.
Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun diperluas
untuk meliputi bilangan nol, bilangan rasional, bilangan irasional, dan
bilangan kompleks.
Awal munculnya sejarah bilangan, dimulai sejak adanya manusia purba.
Manusia purba yang peradabannya masih sangat primitif (juga beberapa suku
bangsa sampai saat ini) tidak mengenal bilangan karena tidak mempunyai
kebutuhan untuk menghitung sesuatu. Tetapi setelah manusia hidup menetap dalam
kelompok masing-masing mempunyai harta benda pribadi yang dihimpunnya, seperti
kambing piaraan maka agar mengetahui kambing-kambing yang menjadi haknya
timbullah kebutuhan untuk menghitung ternak itu.
Sejarah perkembangan sistem bilangan berawal dari zaman Paleolitikum
atau zaman batu tua sekitar 30.000 tahun yang lalu. Tanda yang digunakan untuk
mewakili suatu angka pada zaman tersebut yakni irisan-irisan atau ukiran yang
digoreskan pada dinding gua atau pada tulang, kayu, atau batu. Satu irisan
menandakan satu benda, oleh karena itu sepuluh rusa kutub ditandai oleh sepuluh
ukiran. Karena sistem yang digunakan sangat tidak praktis untuk mewakili suatu
angka, di Persia pada abad ke-5 sebelum Masehi, terjadi suatu perkembangan
sistem bilangan yakni dengan menggunakan simpul-simpul yang disusun pada tali.
Pada abad ke-13, suku Inca menggunakan sistem yang sama dengan
mengembangkan quipu, suatu tali yang disusun secara horizontal dimana dari tali
tersebut digantung berbagi macam benang. Jenis simpul yang digunakan, panjang
dari tali, dan warna serta posisi benang menandakan kuantitas satuan, puluhan,
dan ratusan. Beberapa peradaban juga menggunakan sistem bilangan untuk
mempresentasikan banyaknya obyek yang berbeda-beda yakni dengan menggunakan
berbagai macam bebatuan, seperti bangsa Sumeria yang menggunakan batu tanah
liat yang disebut calculi yang berasal dari bahasa latin calculus.
Dalam penggunaan sehari-hari, angka, bilangan, dan nomor seringkali
disamakan. Secara definisi angka, bilangan, dan nomor merupakan tiga entitas
yang berbeda. Angka adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk
melambangkan bilangan. Nomor biasanya menunjuk pada satu atau lebih angka yang
melambangkan sebuah bilangan bulat dalam suatu barisan bilangan bulat yang
berurusan. Angka arab
adalah sebutan untuk sepuluh buah digit yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Angka-angka adalah keturunan dari angka India dan sistem angka
Hindu-Arab yang dikembangkan oleh matematikawan India, yang membaca urutan
angka seperti “975” sebagai satu bilangan utuh. Angka India kemudian diadopsi
oleh matematikawan Persia di India, dan diteruskan lebih lanjut kepada
orang-orang Arab di sebelah barat. Bentuk angka-angka itu dimodifikasi hingga
mencapai bentuk Eropanya (bentuk yang sekarang) pada saat mencapai Afrika
Utara. Dari sana, penggunaan mereka menyebar ke Eropa pada Abad Pertengahan.
Penggunaan Angka Arab tersebar ke seluruh dunia melalui perdagangan, buku, dan
kolonialisme Eropa.
Saat ini, Angka Arab adalah
simbol representasi angka yang paling umum digunakan di dunia. Sesuai dengan
sejarah mereka, angka-angka tersebut juga dikenal sebagai Angka Hindu atau
Angka Hindu-Arab. Alasan mereka lebih dikenal sebagai “Angka Arab” di Eropa dan
Amerika karena mereka diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-10 melalui bangsa
Arab di Afrika Utara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar