Kamis, 06 Oktober 2016

Matematika dan Ilmu Pengetahuan



Sehubungan dengan adanya berbagai sumber, sifat-sifat, karakter dan susunan ilmu pengetahuan, maka dalam pandangan tentang ilmu pengetahuan itu orang-orang mengutarakan pembagian ilmu pengetahuan (classification). Ini tergantung kepada cara dan tempat para ahli itu meninjaunya. Menurut pembagian klasik, maka ilmu pengetahuan dibedakan menjadi dua :
1.       Natural Sciences (kelompok ilmu-ilmu alam)
2.       Social Sciences (kelompok ilmu-ilmu sosial)
Di dalam Undang-Undang Pokok Pendidikan tentang Perguruan Tinggi Nomor 22 Tahun 1961 di Indonesa mengklarifikasikan ilmu pengetahuan atas empat kelompok sebagai berikut :
1.       Ilmu Agama/Kerohanian, yang meliputi :
a.       Ilmu agama
b.      Ilmu Jiwa
2.       Ilmu Kebudayaan, yang meliputi :
a.       Ilmu sastra
b.      Ilmu sejarah
c.       Ilmu pendidikan
d.      Ilmu filsafat
3.       Ilmu Sosial, yang meliputi :
a.       Ilmu hukum
b.      Ilmu ekonomi
c.       Ilmu sosial politik
d.      Ilmu ketatanegaraan dan ketataniagaan
4.       Ilmu Eksakta dan Tehnik, yang meliputi :
a.       Ilmu hayat
b.      Ilmu kedokteran
c.       Ilmu farmasi
d.      Ilmu kedokteran hewan
e.      Ilmu pertanian
f.        Ilmu pasti alam
g.       Ilmu tehnik
h.      Ilmu geologi
i.         Ilmu oceanografi
Matematika dikenal sebagai ilmu deduktif, karena proses mencari kebenaran dalam matematika berbeda dengan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan yang lain. Metode pencarian kebenaran yang dipakai dalam matematika adalah metode deduktif, tidak dapat dipakai metode induktif (pengamatan). Pada ilmu pengetahuan, metode yang dipakai adalah metode induktif (pengamatan).
Dalam Wikipedia disebutkan, Ikhwan As-Shafa adalah organisasi rahasia aneh dan misterius yang terdiri dari para filsuf Arab Muslim, yang berpusat di Basrah Irak yang saat itu merupakan ibukota Kekhalifaan Abbasiyah di sekitar abad ke-10 Masehi. Kelompok yang lahir di Bashrah kira-kira tahun 373 H/983 M ini, terkenal dengan risalahnya yang memuat doktrin-doktrin spiritual dan sistem filsafat mereka.
Ikhwan Al-Shafa membagi cabang pengetahuan menjadi tiga kelas utama, yaitu :
1.       Matematika, yang meliputi :
a.       Teori bilangan
b.      Geometri
c.       Astronomi
d.      Geografi
e.      Musik
f.        Seni teoritis dan praktis
g.       Etika
h.      Logika

2.       Fisika, yang meliputi :
a.       Materi
b.      Bentuk
c.       Gerak
d.      Waktu
e.      Ruang
f.        Langit
g.       Generasi
h.      Kehancuran
i.         Mineral
j.        Esensi alam
k.       Tumbuhan
l.         Hewan
m.    Tubuh manusia
n.      Indera
o.      Kehidupan dan kematian

3.       Metafisika, yang meliputi :
a.       Psiko-rasionalisme
·         Rasionalistika
·         Wujud
·         Mikrokosmos
·         Jiwa
·         Tahun-tahun raya
·         Cinta
·         Kebangkitan kembali
·         Kausalitas
b.      Teologi
·         Keyakinan atau akidah Ikhwan al-Shafa
·         Persahabatan
·         Keimanan
·         Hukum Allah
·         Kenabian
·         Dakwah
·         Ruhani
·         Tatanegara
·         Struktur alam
·         Magis
Dalam mempelajari ilmu pengetahuan, Ikhwan al-Shafa mencoba mengintegrasikan antara ilmu agama dan umum. Mereka mengatakan bahwa kebutuhan jiwa manusia terhadap ilmu pengetahuan tidak memiliki keterbatasan pada ilmu agama (naqliyah) semata. Manusia juga memerlukan ilmu umum (aqliyah). Dalam hal ini, ilmu agama tidak bisa berdiri sendiri melainkan perlu bekerja sama dengan ilmu-ilmu aqliyah, terutama ilmu-ilmu kealaman dan filsafat. Ketiga klasifikasi di atas berada pada kedudukan yang sama, yaitu sama-sama bertujuan menghantarkan peserta didik mencapai kebahagiaan dunia akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar