Matematika berasal dari bahasa Latin
Mathematika yang diambil dari perkataan Yunani mathematike. Kata mathematike
berhubungan dengan kata mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir).
Jadi berdasarkan asal katanya, maka matematika berarti ilmu pengetahuan yang
didapat dengan berpikir (bernalar), bukan dari hasil eksperimen atau observasi.
Matematika selalu berkembang, kini matematika digunakan di seluruh dunia
sebagai alat penting di berbagai bidang termasuk ilmu alam, teknik,
kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekonomi dan psikologi. Matematika
terapan yaitu cabang matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan
matematika ke bidang-bidang lain, membuat temuan-temuan matematika baru, dan
kadang kadang mengarah pada disiplin-disiplin ilmu yang sepenuhnnya baru,
seperti statistika dan teori permainan.
Dalam
kehidupan sehari-hari secara tak sadar dalam hidup kita ilmu matematika selalu
ada. Contohnya saja bagi para ibu rumah tangga yang setiap hari menghitung uang
belanjanya dan uang jajan anaknya, artinya hampir segala aktifitas tak dapat
lepas dari hitungan matematika. Setiap ilmu atau pelajaran lain tak dapat lepas
dari matematika, contohnya ilmu psikologi.
Secara umum
definisi matematika adalah ilmu yang berkaitan erat dengan penghitungan dan
angka-angka numerik. Sedangkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang
manusia, perilaku, mental serta perkembangannya. Memang sulit untuk memahami
bagian mana yang terkait di antara kedua ilmu tersebut. Tapi disini terdapat
satu contoh dimana ilmu matematika juga bisa diaplikasikan ke dalam ilmu
psikologi.
Dalam
matematika, himpunan adalah segala koleksi benda-benda tertentu yang dianggap
sebagai satu kesatuan. Teori Himpunan yang baru diciptakan pada akhir abad ke-19,
sekarang merupakan bagian yang tersebar dalam pendidikan matematika yang mulai
diperkenalkan bahkan sejak tingkat sekolah dasar. Dalam materi himpunan
terdapat diagram Venn. Diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan
antara himpunan-himpunan. Sebagai bagian ilmu matematika, diagram Venn ini
pertama kali diperkenalkan pada tahun 1880 oleh John Venn untuk menunjukkan
hubungan sederhana dalam topik-topik di bidang logika, probabilitas, statistik,
linguistik dan ilmu komputer. Diagram Venn membantu penggambaran psikologis
suatu himpunan/kelompok.
Salah satu contoh hubungan matematika
dan psikologi adalah dalam kasus perkembangan anak. Dalam suatu keluarga pasti
terjadi penggabungan kepribadian, mulai dari kepribadian yang berbeda antara
ayah dan ibu, ayah dan anak, ibu dan anak, serta orang-orang disekeliling
mereka. Seperti contoh berikut : Sepasang suami istri yang berasal dari Jawa
Timur dan Tengah kini tinggal di daerah Jakarta. Sang Ibu bekerja di salah satu
SMA sebagai Guru. Sedangkan sang ayah sebagai seorang ustadz. Mereka memiliki
hobi yang sama dan menurun kepada anaknya dengan hobi yang sama pula. Namun
dedikasi ibu sebagai guru dan ayah sebagai ustadz sama sekali tidak menurun
pada anaknya. Karena pergaulan anak tersebut menjadi brutal dan masuk kedalam
lingkungan pergaulan bebas.
Jika dilihat dari segi psikologis
keahlian anak tersebut dari hobinya berasal dari sifat genetis ayah dan ibunya.
Keahlian dan hobi mereka ternyata menurun ke anaknya atau disebut perkembangan
secara nativistik. Karena pengaruh lingkungan Jakarta yang keras, anak tersebut
masuk kedalam pergaulan bebas yang sangat membahayakan dirinya. Ini juga bsa
disebabkan oleh faktor kurangnya perhatian dari keluarga. Hubungan kelurga yang
baik sangat dibutuhkan untuk menjaga kepribadian anak, apa lagi dalam masa
pubertas dan remajanya. Dari contoh di atas kemudian dapat dibuat diagram Venn
seperti dibawah ini.
|
x = anak memiliki hobi turunan
|
dari ayah dan ibunya.
y =
Jakarta (lingkungan
buruk yang mempengaruhi)
Contoh lain hubungan ilmu matematika
dan psikologi adalah statistik psikologi. Dalam ilmu psikologi, statistik
digunakan untuk penghitungan hasil penelitian. Biasanya digunakan statistik
deduktif dan induktif. Misalnya saja, seorang mahasiswa yang telah melakukan
penelitian psikologi yang dibentuk dalam penghitungan statistika. Maka hasilnya
orang yang menjadi objek penelitian tersebut akan terlihat bagaimana sifat dan
perilakunya, apa saja yang harus diperbaiki maupun ditingkatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar