Kamis, 29 September 2016

Sejarah Matematika Dan Perkembangannya



Sejarah matematika sudah ada dari sekitar 4000 SM hingga kini serta memuat berbagai pemikiran dari ribuan tokoh matematika. Matematika berasal dari bahasa Latin Mathematika yang diambil dari perkataan Yunani mathematike.
Kata mathematike berhubungan dengan kata mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir). Jadi berdasarkan asal katanya, maka matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar), bukan dari hasil eksperimen atau observasi.
Argumentasi matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani. Matematika yang ditulis dalam bahasa Yunani ini, dikembangkan sejak abad ke-6 SM sampai abad ke-5 M di sekitar pesisir Timur Laut Tengah. Matematikawan Yunani tinggal di kota-kota yang tersebar di sekitar Laut Tengah bagian Timur. Sejarah matematika Yunani bermula pada masa hidup Thales (kira-kira 624-548 SM). Hanya sedikit yang diketahui tentang hidup dan karya Thales. Meskipun demikian, umumnya disepakati bahwa Thales adalah orang pertama dari tujuh pria bijak dari Yunani. Teorema Thales yang menyatakan bahwa sudut sentuh busur yang dilukiskan di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku. Tokoh penting lainnya di dalam perkembangan matematika Yunani adalah Pythagoras (kira-kira 580-500 SM). Pythagoras mendirikan sebuah madzhab yang disebut Mazhab Pythagoras. Salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun teorema ini menjadi milik Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan pengamatan ini secara matematis.
Meskipun tidak ada bukti langsung, umumnya peradaban tetangga yaitu Babilonia dan Mesir Kuno memiliki pengaruh pada tradisi Yunani. Perkembangan Matematika Mesir Kuno menggunakan papyrus ( sejenis tanman air yang dikenal sebagai bahan untuk membuat kertas pada zaman kuno ) sebagai sumber atau panduannya. Dua papyrus yang menjadi legenda adalah Papirus Moskow dan Papirus Rhind. Papirus Moskow berusia lebih tua daripada Papirus Rhind, meskipun secara ukuran Papirus Rhind lebih besar dari Papirus Moskow.
Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir Kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan pada jumlah siklus bulan dalam setahun yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 jempol. Berdasarkan pengamatan para ahli astronomi Mesir Kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari. Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan.
Matematika berkembang pesat di negara ini, hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya berbagai sistem operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, menghitung volume limas, menghitung luas bangun datar, dan ketetapan waktu yang 24 jam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar