Sejarah
matematika sudah ada dari sekitar 4000 SM hingga kini serta memuat berbagai
pemikiran dari ribuan tokoh matematika. Matematika berasal dari bahasa Latin
Mathematika yang diambil dari perkataan Yunani mathematike.
Kata mathematike
berhubungan dengan kata mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir).
Jadi berdasarkan asal katanya, maka matematika berarti ilmu pengetahuan yang
didapat dengan berpikir (bernalar), bukan dari hasil eksperimen atau observasi.
Argumentasi
matematika yang ketat pertama muncul di dalam Matematika Yunani. Matematika
yang ditulis dalam bahasa Yunani ini, dikembangkan sejak abad ke-6 SM sampai
abad ke-5 M di sekitar pesisir Timur Laut Tengah. Matematikawan Yunani tinggal
di kota-kota yang tersebar di sekitar Laut Tengah bagian Timur. Sejarah
matematika Yunani bermula pada masa hidup Thales (kira-kira 624-548 SM). Hanya
sedikit yang diketahui tentang hidup dan karya Thales. Meskipun demikian,
umumnya disepakati bahwa Thales adalah orang pertama dari tujuh pria bijak dari
Yunani. Teorema Thales yang menyatakan bahwa sudut sentuh busur yang dilukiskan
di dalam setengah lingkaran adalah sudut siku-siku. Tokoh penting lainnya di
dalam perkembangan matematika Yunani adalah Pythagoras (kira-kira 580-500 SM).
Pythagoras mendirikan sebuah madzhab yang disebut Mazhab Pythagoras. Salah satu
peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan
bahwa kuadrat hipotenusa dari suatu segitiga siku-siku adalah sama dengan
jumlah kuadrat dari kaki-kakinya (sisi-sisi siku-sikunya). Walaupun fakta di
dalam teorema ini telah banyak diketahui sebelum lahirnya Pythagoras, namun
teorema ini menjadi milik Pythagoras karena ia yang pertama kali membuktikan
pengamatan ini secara matematis.
Meskipun tidak
ada bukti langsung, umumnya peradaban tetangga yaitu Babilonia dan Mesir Kuno
memiliki pengaruh pada tradisi Yunani. Perkembangan Matematika Mesir Kuno
menggunakan papyrus ( sejenis tanman air yang dikenal sebagai bahan untuk
membuat kertas pada zaman kuno ) sebagai sumber atau panduannya. Dua papyrus
yang menjadi legenda adalah Papirus Moskow dan Papirus Rhind. Papirus Moskow
berusia lebih tua daripada Papirus Rhind, meskipun secara ukuran Papirus Rhind
lebih besar dari Papirus Moskow.
Para ahli
sejarah berpendapat, orang-orang Mesir Kuno menggunakan sistem bilangan
berbasis 12 didasarkan pada jumlah siklus bulan dalam setahun yang memungkinkan
mereka berhitung hingga 12 jempol. Berdasarkan pengamatan para ahli astronomi
Mesir Kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari. Dengan
membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan
tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan.
Matematika
berkembang pesat di negara ini, hal ini ditunjukkan dengan ditemukannya
berbagai sistem operasi bilangan seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian,
pembagian, menghitung volume limas, menghitung luas bangun datar, dan ketetapan
waktu yang 24 jam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar