Kamis, 05 Januari 2017

Implikasi Filsafat Pendidikan Matematika Dalam Pembelajaran (2)



Matematika memiliki hakekat sebagai ilmu yang tidak terbebas dari ruang dan waktu. Matematika dan filsafat adalah dua hal yang berkembang bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan sebagai bahan masukan dan umpan balik. Hubungan timbal balik antara matematika dan filsafat salah satunya dipacu oleh filsuf Zeno dari Elea.
Zeno mengemukakan paradoks-paradoks yang bertalian dengan pengertian-pengertian gerak, waktu, dan ruang yang kemudian selama berabad-abad membingungkan para filsuf dan ahli matematik.
            Filsafat tidak hanya cukup diketahui, tetapi dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika, etika, dan metafisik. Sejak zaman Aristoteles hingga saat ini lapangan-lapangan yang paling utama dalam filsafat selalu tentang logika, etika, dan metafisika.
            Filsafat tidak hanya melahirkan pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat pendidikan. Dalam arti luas filsafat pendidikan mencakup filsafat praktek pendidikan dan filsafat ilmu pendidikan. Peranan filsafat yang mendasari berbagai aspek pendidikan merupakan suatu hal yang berharga dalam pengembangan pendidikan.
            Filsafat matematika adalah cabang filsafat yang mempelajari asumsi-asumsi yang bersifat filsafat, dasar-dasar, dan implikasi-implikasi matematika. Tujuan dari filsafat matematika adalah untuk menyediakan perhitungan dasar dan metodologi matematika serta memahami dalam kehidupan kita. Dengan penerapan filsafat pendidikan matematika dalam pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan efektif dan efisien. Belajar filsafat adalah berpikir, sehingga guru dapat mengetahui sejauh mana pola pikir peserta didiknya. Dan pendidikan karakter juga tercakup di dalamnya yaitu meliputi material, formal, normatif dan spiritual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar