Matematika memiliki hakekat sebagai ilmu yang tidak terbebas dari
ruang dan waktu. Matematika dan filsafat adalah dua hal yang berkembang
bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan sebagai bahan masukan
dan umpan balik. Hubungan timbal balik antara matematika dan filsafat salah
satunya dipacu oleh filsuf Zeno dari Elea.
Zeno mengemukakan paradoks-paradoks
yang bertalian dengan pengertian-pengertian gerak, waktu, dan ruang yang
kemudian selama berabad-abad membingungkan para filsuf dan ahli matematik.
Filsafat tidak
hanya cukup diketahui, tetapi dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan filsafat adalah mencari hakikat kebenaran sesuatu, baik dalam logika,
etika, dan metafisik. Sejak zaman Aristoteles hingga saat ini lapangan-lapangan
yang paling utama dalam filsafat selalu tentang logika, etika, dan metafisika.
Filsafat tidak
hanya melahirkan pengetahuan baru, melainkan juga melahirkan filsafat
pendidikan. Dalam arti luas filsafat pendidikan mencakup filsafat praktek
pendidikan dan filsafat ilmu pendidikan. Peranan filsafat yang mendasari
berbagai aspek pendidikan merupakan suatu hal yang berharga dalam pengembangan
pendidikan.
Filsafat
matematika adalah cabang filsafat yang mempelajari asumsi-asumsi yang bersifat
filsafat, dasar-dasar, dan implikasi-implikasi matematika. Tujuan dari filsafat
matematika adalah untuk menyediakan perhitungan dasar dan metodologi matematika
serta memahami dalam kehidupan kita. Dengan penerapan filsafat pendidikan
matematika dalam pembelajaran, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan
efektif dan efisien. Belajar filsafat adalah berpikir, sehingga guru dapat
mengetahui sejauh mana pola pikir peserta didiknya. Dan pendidikan karakter
juga tercakup di dalamnya yaitu meliputi material, formal, normatif dan
spiritual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar