Allah SWT berfirman dalam surah
At-Tagabun ayat 9 dan 10 :
يَوْمَ
يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَن يُؤْمِن
بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ
الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya : “(Ingatlah) pada
hari (ketika) Allah mengumpulkan kamu pada hari berhimpun, itulah hari-hari
pengungkapan kesalahan-kesalahan. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan
mengerjakan kebajikan maka niscaya
Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya
dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai,
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung”.
وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ
النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Artinya : “Dan orang-orang
yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.
Kedua ayat
tersebut bisa dikaitkan dengan logika matematika bikondisional yaitu suatu
pernyataan bernilai benar jika p dan q sama-sama bernilai benar atau sama-sama
bernilai salah. Contohnya dengan cara membuat tabel kebenaran seperti berikut :
|
p
|
q
|
̴p
|
̴q
|
p ↔ q
|
̴p ↔
̴q
|
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
p
= dia masuk surga ̴p
= tidak masuk surga
q = orang beriman ̴q = tidak
beriman
p ↔ q 1. Dia akan masuk surga jika dan hanya
jika dia beriman (B)
2.
Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (S)
3.
Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (S)
4.
Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (B)
̴p ↔ ̴q 1.
Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (B)
2.
Dia akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (S)
3.
Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia beriman (S)
4.
Dia tidak akan masuk surga jika dan hanya jika dia tidak beriman (B)
Kedua
ayat tersebut hampir sama dengan surah An-Naml ayat 89 dan 90 yang bunyinya
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ
آمِنُونَ
Artinya : “Barang
siapa membawa kebaikan,maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik
daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari
itu”.
وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ
فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya : “Dan
barang siapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam
neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang kamu
kerjakan”.
Kedua ayat
tersebut juga bisa dikaitkan dengan logika matematika bikondisional, dengan
cara membuat tabel kebenaran yang sama.
|
p
|
q
|
̴p
|
̴q
|
p ↔ q
|
̴p ↔
̴q
|
|
B
|
B
|
S
|
S
|
B
|
B
|
|
B
|
S
|
S
|
B
|
S
|
S
|
|
S
|
B
|
B
|
S
|
S
|
S
|
|
S
|
S
|
B
|
B
|
B
|
B
|
p
= dia memperoleh balasan yang baik ̴p
= dia memperoleh balasan yang buruk (neraka)
q = orang yang membawa kebaikan ̴q = orang
yang tidak membawa kebaikan (keburukan)
p ↔ q 1. Dia memperoleh kebaikan jika dan
hanya jika dia membawa kebaikan (B)
2. Dia memperoleh kebaikan
jika dan hanya jika dia tidak membawa kebaikan (S)
3. Dia memperoleh
keburukan jika dan hanya jika dia membawa kebaikan (S)
4. Dia tidak memperoleh
kebaikan jika dan hanya jika dia tidak membawa kebaikan (B)
p ↔ ̴q 1. Dia
memperoleh kebaikan jika dan hanya jika dia membawa kebaikan (B)
2. Dia memperoleh kebaikan
jika dan hanya jika dia tidak membawa kebaikan (S)
3. Dia memperoleh
keburukan jika dan hanya jika dia membawa kebaikan (S)
4. Dia tidak memperoleh
kebaikan jika dan hanya jika dia tidak membawa kebaikan (B)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar